Mengenal Penyakit! Definisi, Faktor Risiko, Gejala, dan Pengobatan Sindrom Sheehan 

Kesehatan

sumber gambar: sehatq.com

Seiring berjalannya waktu, peneliti banyak menemukan adanya sindrom baru. Hal ini diakibatkan oleh aktivitas manusia yang semakin komplek, baik itu dari sisi lingkungan, teknologi, makanan, dan lain-lain menyebabkan munculnya sindrom tersebut. Salah satunya ialah sindrom sheehan atau postpartum hypopituarism. Sindrom sheehan adalah suatu keadaan di mana kelenjar hipofisis atau pituitari rusak akibat kadar oksigen dalam darah berkurang setelah kehilangan darah yang masif selama melakukan proses kelahiran bayi. Kelenjar hipofisis itu sendiri memiliki peran untuk menghasilkan hormon yang mampu mengontrol hormon pertumbuhan, reproduksi, produksi ASI, dan siklus menstruasi. Apabila anda kekurangan hormon ini maka akan menimbulkan gejala hipopituarisme. 

Sebenarnya dikutip dari laman sehatq.com, yang menjadi pemicu sindrom ini ialah terjadinya tekanan darah atau perdarahan yang hebat selama hingga setelah melahirkan. Akibatnya kelenjar hipofisis yang membesar selama masa kehamilan berlangsung akan rusak. Alhasil kelenjar tersebut tidak mampu lagi bekerja sesuai perannya untuk menghasilkan hormon yang sebaiknya diproduksi. Ternyata ada beberapa kasus yang menyebabkan perdarahan hebat selama proses melahirkan. Tentunya kasus ini juga berperan besar dalam peningkatan risiko sindrom ini. Kasus lain yang menjadi faktor risiko sindrom sheehan adalah sebagai berikut.

  1. Mengalami preeklamsia selama masa kehamilan.
  2. Lepasnya plasenta atau solusio placenta dari dinding rahim sebelum kelahiran bayi.
  3. Menggunakan alat bantu persalinan. Contohnya vakum atau forcep.
  4. Mengalami placenta previa atau keadaan dimana sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim.
  5. Melahirkan bayi kembar atau melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.

Jika anda sudah mengenal faktor risiko sindrom ini, alangkah baiknya anda kenali juga gejalanya. Hal ini penting untuk diketahui dalam rangka pencegahan dan identifikasi cepat apabila menghadapinya secara langsung. Agar dapat langsung diambil alih oleh dokter dan melakukan diagnosis. Umumnya gejala akan timbul dalam waktu beberapa bulan bahkan beberapa tahun. Akan tetapi ada beberapa kasus di mana gejala muncul tiba-tiba, seperti saat menyusui mengalami gangguan. Bahkan pada beberapa perempuan tidak muncul gejala-gejala sindrom tersebut sehingga mereka tidak akan menyadari keberadaannya setelah bertahun-tahun. Gejala sindrom sheehan yang dapat anda tahu menurut alodokter.com, antara lain sebagai berikut. 

 

  • Kulit kering.
  • Nyeri sendi.
  • Gangguan menstruasi, misalnya oligomenorrhea atau amenorrhea.
  • Payudara mengalami penyusutan atau mengecil.
  • Hipotensi atau rendahnya tekanan darah.
  • Mudah merasakan kedinginan.
  • Rambut yang dicukur pada beberapa bagian tertentu tidak tumbuh kembali.
  • Tidak mampu mengeluarkan asi untuk menyusui.
  • Menderita aritma.
  • Timbul kerutan di sekitar bibir dan mata.
  • Keadaan mental menurun.
  • Kadar gula dalam darah rendah (hipoglikemia).
  • Berat badan meningkat.
  • Nafsu seksual menurun.
  • Tubuh mudah mengalami kelelahan.

 

Diagnosis dilakukan untuk mendeteksi kebenaran penyakit yang diderita oleh pasien. Dokter akan me-resume riwayat kesehatan pasien dan melakukan rangkaian tes darah dan simulasi hormon. Tidak menutup kemungkinan dokter akan menjalankan CT Scan atau MRI. Apabila pasien memang mengidap sindrom ini maka dokter akan menyarankan beberapa pengobatan untuk proses penyembuhan. Proses penyembuhan sindrom sheehan adalah dengan terapi pengganti hormon yang hilang. Terapi ini dilakukan dengan beberapa cara, meliputi:

  1. Estrogen

Hormon estrogen diproduksi sesuai pengaturan kelenjar hipofisis.

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid dimanfaatkan sebagai pengganti hormon adrenal sebab tidak dihasilkan lagi karena kekurangan hormon adrenokortikotropik. Contohnya pada obat dexamethason dan prednisone.

  1. Hormon Pertumbuhan

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa adanya terapi pengganti hormon pertumbuhan pada perempuan penderita sindrom sheehan mampu membuat kadar kolesterol menurun dan menjaga rasio normal lemak tubuh dan otak.

  1. Levotiroksin

Adanya levotiroksin mampu membuat kadar hormon tiroid meningkat setelah mengalami kekurangan akibat produksi TSH (thyroid-stimulating hormone) yang rendah karena kelenjar hipofisis.

Apabila proses penyembuhan tidak segera dilakukan maka akan timbul komplikasi. Bersumber dari halodoc.com, masalah yang ditimbulkan akibat sindrom ini yaitu durasi menstruasi tidak teratur, tekanan darah rendah, krisis adrenal, hingga penurunan berat badan secara drastis.

Read More