9. Review Film MANTAN MANTEN, Karena Cinta adalah Soal Keikhlasan

Review Film MANTAN MANTEN, Karena Cinta adalah Soal Keikhlasan

Uncategorized

Review Film kali ini akan menghadirkan film Mantan Manten. Tiga tahun tidak berakting, aktris cantik berkulit eksotis Atiqah Hasiholan akhirnya comeback lewat film MANTAN MANTEN. Berbeda dengan sebelumnya, istri aktor tampan Rio Dewanto ini bermain di film yang lebih pop dan tentunya bisa diterima semua pihak. Dalam film yang sudah dirilis pada 4 April 2019 lalu itu, Atiqah beradu akting dengan aktor-aktor kelas A lain yakni Arifin Putra dan Tyo Pakusadewo.

Diarahkan oleh sutradara pendatang baru Farishad Latjuba, dalam MANTAN MANTEN ini Atiqah berperan sebagai tokoh utama bernama Yasnina Putri. Arifin mengisi karakter Surya Iskandar yang adalah tunangan dari Yasnina alias Nina. Kemudian Tyo berperan sebagai Arifin Iskandar, ayah dari Surya. Pendukung yang ikut bergabung lagi adalah Marthino Lio sebagai Ardy, teman dekat Nina.

Namun ada satu nama yang begitu membanggakan bergabung dalam film MANTAN MANTEN. Dia adalah aktris senior yang populer di era 70-an, Tutie Kirana. Ibu kandung Djenar Maesa Ayu itu didapuk mengisi karakter Koes Marjanti, seorang perempuan yang berprofesi sebagai pembuat paes alias penata rias sekaligus dukun pernikahan adat Jawa.

Gabungan Budaya Modern dan Adat Jawa Sempurna

Film MANTAN MANTEN dibuka dengan kehidupan sempurna Nina, perempuan karier berusia matang yang sukses dalam karier sebagai ahli keuangan. Seperti kariernya, kehidupan cinta Nina pun juga begitu manis saat Surya, kekasihnya yang kaya dan tampan melamarnya. Namun kebahagiaan itu pupus ketika Nina terjebak kasus investasi bodong.

Kehidupan indah Nina di Jakarta yang begitu profesional dan modern langsung hilang seketika saat dirinya dipecat dari perusahaan. Dalam titik terendahnya itu, Surya bahkan sempat meninggalkannya. Karena yang menjebak Nina adalah sang pemilik perusahaan investasi sekaligus ayah dari Surya. Kehilangan seluruh harta, Nina pun berniat menjual rumah, aset satu-satunya di Tawangmangu.

Tetapi keinginan Nina tidaklah mudah karena rumah itu masih dihuni oleh budhe Marjanti. Nina dan Marjanti pun membuat kesepakatan bahwa rumah akan jadi milik Nina, asalkan perempuan itu mau belajar ilmu paes. Dengan sekejap, film MANTAN MANTEN mengajak penontonnya menelusuri adat-adat budaya Jawa yang luhur soal tata cara pernikahan.

Penonton akan tahu bahwa menjadi seorang pembuat paes tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada beberapa adat yang dilakukan mulai dari puasa ‘mutih’, mandi dengan air dari tujuh sumber. Seluruh adat Jawa itu dikemas dengan visual yang begitu menarik dan akting jempolan baik dari Atiqah dan Tutie yang merupakan roh dari film ini.

Tak hanya mengenalkan adat Jawa, pada akhirnya film MANTAN MANTEN mengajarkan juga sikap yang dijunjung tinggi masyarakat Jawa yakni rasa ikhlas. Keikhlasan Nina menghadapi masalah kariernya hingga melepaskan cintanya akan membuat penonton merasa takjub, haru dan bangga di saat bersamaan.

MANTAN MANTEN Ramaikan Proyek Adaptasi Visinema

Pada tahun 2019 ini, Visinema Pictures memang fokus dengan proyek-proyek film adaptasi, termasuk MANTAN MANTEN yang diangkat dari novel Wattpadd berjudul sama karya Bella Putri Maharani. Sebelum MANTAN MANTEN, rumah produksi milik sutradara Angga Dwimas Sasongko ini sudah merilis TERLALU TAMPAN pada 31 Januari 2019 yang diangkat dari serial webtoon populer asli Indonesia.

Tak berhenti di situ, Visinema juga sudah menyiapkan setidaknya tiga webtoon lain yang bakal diangkat ke layar lebar seperti Eggnoid, Flawless dan Sarimin di tahun 2019 ini. Bahkan novel laris Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) juga masuk proyek adaptasi Visinema setelah film MANTAN MANTEN.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*